ABANGSAMAD “Aku Bangga Berbahasa Madura” SDN Panaongan III Lestarikan Bahasa Daerah Lewat Pengumuman Pagi Berbahasa Madura Halus

 




SDN Panaongan III terus menghadirkan inovasi pendidikan berbasis budaya melalui program unggulan ABANGSAMAD (Aku Bangga Berbahasa Madura). Program ini menjadi salah satu langkah nyata sekolah dalam menjaga dan melestarikan bahasa daerah Madura di lingkungan pendidikan sejak usia dini.

Setiap pagi sebelum kegiatan dimulai, terdengar suara pengumuman dari pengeras suara sekolah menggunakan bahasa Madura halus (engghi-bhunten). Pengumuman tersebut berisi ajakan kepada siswa untuk mempersiapkan diri mengikuti Apel Kelas serta kegiatan Intrakurikuler Pramuka dengan tertib dan disiplin.

Dengan bahasa yang santun dan penuh penghormatan, siswa dibiasakan mendengar sekaligus menggunakan bahasa Madura dalam kehidupan sehari-hari di sekolah. Suasana pagi pun terasa lebih khas, hangat, dan sarat nilai budaya lokal.

Program ABANGSAMAD bukan hanya sekadar pembiasaan berbahasa daerah, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter. Melalui penggunaan bahasa Madura halus, siswa belajar tentang sopan santun, tata krama, serta pentingnya menghormati guru dan teman.

Kepala SDN Panaongan III, Agus Sugianto, menyampaikan bahwa sekolah memiliki tanggung jawab untuk menjaga warisan budaya daerah agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

“Bahasa daerah adalah identitas dan kebanggaan kita. Melalui program ABANGSAMAD, kami ingin siswa tetap mencintai dan bangga menggunakan bahasa Madura dengan baik dan santun,” ungkapnya.

Melalui program ini, SDN Panaongan III membuktikan bahwa pelestarian budaya dapat dilakukan dengan cara sederhana namun bermakna. Dari pengeras suara sekolah setiap pagi, semangat mencintai bahasa Madura terus digaungkan kepada seluruh warga sekolah.




Posting Komentar untuk "ABANGSAMAD “Aku Bangga Berbahasa Madura” SDN Panaongan III Lestarikan Bahasa Daerah Lewat Pengumuman Pagi Berbahasa Madura Halus"