DATANG DENGAN SAKIT, PULANG MEMBAWA TROFI! Davina Juara 3 FTBI Sumenep, Pantiga Pertahankan Tradisi Juara Sejak 2022

 


Sumenep, 26 September 2026 — Ada kalanya sebuah prestasi lahir bukan dari kondisi yang sempurna. Ia justru tumbuh dari keberanian untuk tetap melangkah ketika keadaan tidak sepenuhnya mendukung.

Itulah cerita yang dibawa Davina Mufarrohah Sunardi, siswi SDN Panaongan III (Pantiga), dalam Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Ajang Talenta Daerah Jenjang SD Tingkat Kabupaten Sumenep Tahun 2026 yang berlangsung di SDN Karang Duak I, Kamis (24/9/2026).

Davina berhasil meraih Juara 3 Lomba Menulis Cerita Pendek Bahasa Madura. Sebuah pencapaian yang terasa semakin istimewa karena perjuangannya menuju lomba tidaklah mudah.

Sejak Jumat hingga Sabtu, Davina harus izin tidak masuk sekolah karena menghadiri acara keluarga di Bangkalan. Ia baru kembali pada Senin. Namun, setelah tiba di rumah, kondisi kesehatannya justru menurun. Flu yang dideritanya sejak Selasa bahkan masih dirasakan hingga malam menjelang keberangkatan.

Di tengah kondisi tersebut, semangat Davina tidak ikut surut.

Ia tetap berangkat, mengikuti lomba secara luring, dan berusaha menyelesaikan karya terbaiknya. Hingga akhirnya, sebuah kejutan datang: nama Davina Mufarrohah Sunardi tercatat sebagai Juara 3 FTBI Kabupaten Sumenep Tahun 2026.

“Saya Tidak Menyangka Bisa Juara”

Davina sendiri mengaku tidak menyangka dapat meraih juara.

“Saya tidak menyangka bisa juara 3, karena dari hari Jumat sampai Sabtu saya izin tidak masuk karena ada acara keluarga di Bangkalan. Hari Senin baru pulang, tetapi saya dalam kondisi sakit flu sampai menjelang berangkat lomba,” ungkap Davina.

Di balik keberhasilannya, ia menyebut dukungan guru sebagai salah satu sumber semangat yang membuatnya tetap percaya diri mengikuti lomba.

“Saya berterima kasih kepada semua guru di SDN Panaongan III yang telah memberikan semangat dan arahan terbaik sehingga saya bisa juara 3,” tuturnya.

Kepala Sekolah: Bangga, Haru, dan Bersyukur

Keberhasilan Davina juga menjadi kebahagiaan tersendiri bagi Agus Sugianto, S.Pd., Kepala SDN Panaongan III, yang secara langsung ikut mengantar dan mendampingi siswanya dalam FTBI 2026.

Agus mengaku bangga, haru, sekaligus bersyukur. Ia bahkan tidak menyangka Davina mampu meraih juara karena mengetahui kondisi kesehatan siswinya sebelum mengikuti lomba.


“Saya bangga, haru, dan bersyukur. Terus terang saya sama sekali tidak menyangka Davina bisa juara 3, karena sejak hari Selasa ia sakit flu dan kondisinya masih dirasakan sampai malam menjelang lomba,” ujar Agus.

Menurutnya, keberhasilan Davina bukan hanya tentang sebuah trofi. Ada keberanian dan ketekunan yang layak diapresiasi dalam proses tersebut.

Terlebih, prestasi Davina kembali membawa nama SDN Panaongan III dan Kecamatan Pasongsongan ke panggung talenta bahasa dan sastra daerah tingkat Kabupaten Sumenep.

“Kami bersyukur dari Kecamatan Pasongsongan, SDN Panaongan III kembali bisa memberikan trofi kejuaraan. Ini menjadi kebanggaan bagi sekolah sekaligus motivasi bagi anak-anak kami untuk terus berkembang,” katanya.

Empat Tahun, Selalu Ada Cerita Juara

Juara yang diraih Davina bukanlah cerita yang berdiri sendiri.

Sejak 2022, SDN Panaongan III tercatat selalu memiliki siswa-siswi yang berhasil meraih prestasi dalam ajang FTBI tingkat Kabupaten Sumenep.

Pada FTBI 2024, Pantiga meraih Juara 3 Lomba Menembang dan Juara 2 Lomba Menulis Cerita Pendek Bahasa Madura tingkat Kabupaten Sumenep.

Setahun kemudian, prestasi tersebut kembali meningkat. Pada FTBI 2025, perwakilan SDN Panaongan III berhasil meraih Juara 1 Lomba Menembang tingkat Kabupaten Sumenep dan melanjutkan perjuangan ke tingkat Provinsi Jawa Timur hingga meraih Juara 3 Lomba Menembang FTBI tingkat Jawa Timur.

Kini pada FTBI 2026, tradisi tersebut kembali berlanjut melalui Davina yang berhasil meraih Juara 3 Lomba Menulis Cerita Pendek Bahasa Madura tingkat Kabupaten Sumenep.

Empat tahun bukan waktu yang singkat.

Di balik rentetan prestasi tersebut terdapat proses yang terus berjalan: guru yang membimbing, siswa yang berlatih, orang tua yang mendukung, dan sekolah yang berusaha membuka ruang seluas-luasnya bagi talenta peserta didik.

Menjaga Bahasa, Menjaga Tradisi

Bagi SDN Panaongan III, FTBI bukan semata-mata tentang siapa yang menjadi juara.

Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengenal, menggunakan, dan mencintai bahasa Madura.

Ketika seorang anak menulis cerita menggunakan bahasa ibunya, sesungguhnya ia sedang menyimpan sebuah bagian dari budaya agar tidak hilang ditelan zaman.

Ketika seorang anak berani tampil menembang dalam bahasa Madura, ia sedang menunjukkan bahwa bahasa daerah tidak harus berada di belakang perkembangan zaman.

Dan ketika seorang anak membawa pulang trofi, yang dibawa bukan hanya kemenangan pribadi, tetapi juga kebanggaan sekolah dan daerahnya.

Pantiga Akan Terus Melangkah

Agus Sugianto menegaskan bahwa SDN Panaongan III akan terus memberikan ruang kepada peserta didik untuk mengembangkan potensi, termasuk dalam bidang bahasa, sastra, seni, dan budaya daerah.

Ia optimistis tradisi prestasi tersebut dapat kembali dilanjutkan pada tahun-tahun mendatang.

“Kami tetap optimistis tahun depan Pantiga bisa kembali menorehkan prestasi di ajang FTBI. Bagi kami, yang terpenting bukan hanya mengejar juara, tetapi menumbuhkan keberanian anak untuk berkarya, mencintai budayanya, dan bangga dengan bahasa ibunya,” tegas Agus.

Dari sebuah cerita pendek, Davina telah menulis satu halaman baru dalam perjalanan Pantiga.

Ia datang dalam kondisi sakit, tetapi pulang membawa prestasi.

Dan dari perjalanan itu, SDN Panaongan III kembali belajar bahwa prestasi tidak selalu lahir dari keadaan yang sempurna.

Kadang, prestasi lahir ketika seorang anak memilih untuk tetap melangkah.

Dari Pantiga, dari Pasongsongan, bahasa Madura terus dijaga. Dan cerita prestasi itu akan terus ditulis.

Kalau bro mau, saya juga bisa bikin versi headline yang lebih “meledak” untuk halaman depan website Pantiga, misalnya dengan gaya: “Sakit Tak Menyurutkan Langkah, Davina Bawa Pulang Juara 3 FTBI dan Lanjutkan Tradisi Prestasi Pantiga Sejak 2022”.

Posting Komentar untuk "DATANG DENGAN SAKIT, PULANG MEMBAWA TROFI! Davina Juara 3 FTBI Sumenep, Pantiga Pertahankan Tradisi Juara Sejak 2022"